Lamongan, 20/03/2025 – Polres Lamongan menyelenggarakan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat 2025” dalam rangka pengamanan Idul Fitri 1446 H di Alun alun Kabupaten Lamongan.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis pagi (20/3) bertujuan untuk memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana guna mendukung kelancaran arus mudik dan perayaan Idul Fitri.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, ST, B.Eng, M.Sc; Kasdim 0812 Mayor Arh Moh Ngateno Wakapolres Lamongan, Kompol I Made Prawira Wibawa S, S.T., S.I.K., M.I.K., Sekda Kabupaten Lamongan, Panitera Pengadilan Negeri Lamongan, Kasi Pidum Kejari Lamongan serta pejabat utama dari Kodim 0812, Polres Lamongan, OPD Kabupaten Lamongan, Dansub Denpom V/2-3 Lamongan, Danramil jajaran Kodim 0812, dan Kapolsek jajaran Polres Lamongan.
Apel Gelar Pasukan merupakan bentuk komitmen sinergisitas antara Polri, TNI, dan stakeholder terkait dalam rangka menciptakan situasi yang aman, tertib, dan lancar selama masa mudik dan perayaan Idul Fitri.
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan RI, potensi pergerakan masyarakat selama libur Lebaran 2025 diprediksi mencapai 52% dari total jumlah penduduk Indonesia atau sekitar 146,48 juta orang. Angka ini berpotensi meningkat sebagaimana yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
Dalam amanat Kapolri yang dibacakan oleh Wakil Bupati Kabupaten Lamongan bahwa Pemerintah telah menerapkan berbagai kebijakan untuk mendukung kelancaran mudik, seperti diskon tarif tiket dan tol, kebijakan work from anywhere, serta perpanjangan libur sekolah.
Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 28-30 Maret 2025, sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 5-7 April 2025.
Operasi Ketupat 2025 sendiri akan berlangsung mulai 23 Maret hingga 8 April 2025 untuk 8 Polda prioritas, dan 26 Maret hingga 8 April 2025 untuk 28 Polda lainnya.
Sebanyak 164.298 personel gabungan akan dikerahkan, tersebar di 2.835 pos, yang terdiri dari 1.738 pos pengamanan, 788 pos pelayanan, dan 309 pos terpadu.
Fokus pengamanan mencakup 126.736 objek vital, seperti tempat ibadah, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun, dan bandara.
Beliau menambahkan selain pengamanan jalur mudik, pemerintah juga memperketat monitoring terhadap stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok serta bahan bakar minyak (BBM).
“Polri bersama instansi terkait akan menindak tegas segala bentuk pelanggaran, termasuk praktik penimbunan bahan kebutuhan pokok.” tegasnya.
Petugas di lapangan diminta untuk memberikan pelayanan yang humanis dan responsif. Imbauan kepada pemudik untuk beristirahat guna menghindari kelelahan serta pengecekan kesehatan pengemudi dan kendaraan akan terus dilakukan demi keselamatan selama perjalanan.
Selain itu, penerapan rekayasa lalu lintas seperti ganjil-genap, contra flow, dan one way system akan diberlakukan berdasarkan analisis lalu lintas secara real-time.
Di sektor penyeberangan, akan diterapkan delaying system, buffer zone, dan screening tiket guna menghindari kepadatan di pelabuhan.
“Seluruh strategi ini bertujuan agar masyarakat dapat menjalani mudik dengan aman dan nyaman sesuai dengan tagline “Mudik Aman, Keluarga Nyaman”. tambahnya.
Dalam kesempatan ini, apresiasi tinggi disampaikan kepada seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan, termasuk unsur TNI-Polri, BNPB, BMKG, Basarnas, Pertamina, Jasa Raharja, Jasa Marga, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pramuka, serta mitra kamtibmas lainnya.
“Di saat masyarakat merayakan Idul Fitri bersama keluarga, kita tetap bertugas untuk memberikan pelayanan terbaik. Jadikan tugas ini sebagai ladang ibadah,” tutupnya.
Setelah apel gelar pasukan, kegiatan dilanjutkan dengan pemusnahan barang bukti hasil Operasi Pekat Semeru 2025 yang dipimpin oleh Wakil Bupati Lamongan dan Wakapolres Lamongan.
Discussion about this post